Kamis, 07 April 2016

Seminar & Workshop Nasional PLC


INFO TERBARU !!!
Seminar Nasional PLC
Bagi kamu yang ingin tahu tentang perkembangan teknologi di dunia industri, cara kerja mesin kontrol (robot) dan implementasinya..

KBMDG mempersembahkan:

Seminar & Workshop Nasional
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC) dengan tema Membuka Cakrawala Industri dengan Simulator PLC

Hari/Tanggal : Sabtu, 14 Mei 2016
at AULA Fakultas Ilmu Pendidikan UNP
(terbuka untuk mahasiswa dan umum)

Pemateri : bpk Drs. Hamdani M.Pd.T
(Dual Sistem Vacational Profesional Training in Germany, Instruktur PLC Aplikasi Pneumatik Pick and Place Machine)

Pendaftaran sampai tanggal 13 Mei 2016
stand pendaftaran:
- Depan RSG FT UNP
- Depan MKU gedung A UNP
- Universitas Andalas
- Politeknik Negeri Padang

Insert 25K
Fasilitas: Sertifikat + Snack + Ilmu yang bermanfaat + Doorprize
(H-5 30K)
Dan nanti akan dipilih 30 peserta yang beruntung untuk mengikuti workshop PLC, pada tanggal 15 Mei 2016. (Gratis)

Pendaftaran via sms ke:
CP : Nilam 081365432890 , Julis 085278148956

Ketik : Nama-Asal-No.hp

Untuk Universitas Andalas dan Politeknik Negeri Padang sekitarnya bisa hubungi:
CP : Jumiaty Rahmi 081364988620

Buruan daftar, jangan sampai ketinggalan yaa...
:D :D Dapat Ilmunya, Melimpah fasilitasnya  :D :Dgrin emotiko
‪#‎KBMDGmanagement‬
http://kbmdg-sumbar.blogspot.com








Selasa, 05 April 2016

Laporan Studi Dokumentasi / Observasi Kuliah Kerja Lapangan Sosiologi dan Antropologi


Laporan Studi Dokumentasi / Observasi
Kuliah Kerja Lapangan Sosiologi dan Antropologi

Bertempat di Istano Basa Pagaruyuang Batusangkar
(Pedang Mahkota)

Prodi Ilmu Administrasi Negara

Dosen Mata Kuliah : Dra. Fitri Eriyanti, M.pd., Ph.D




OLEH :
1.      Rahmi Suci                      (14042010)
2.     Wingfi Japami                  (14042018)
3.      Ririn Mayang Sari            (14042046)
4.      Zamratul Ikhwan              (1301929)
5.      Wanda Gustri Yomi         (1305936)

Fakultas Ilmu Sosial
Universitas Negeri Padang
2014

KATA PENGANTAR
 





Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah “Laporan Study Dokumentasi / Observasi Kuliah Kerja Lapangan Sosiologi dan Antropologi” sebagai tugas akhir pembelajaran mata kuliah Sosiologi dan ntropologi.

Salawat beringingan salam tak lupa pula penulis mohonkan kepada Allah SWT agar disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah membawa rahmat bagi sekalian alam terutama ilmu dan pengetahuan yang berguna bagi semua umat manusia.
Penulis sadar, dalam penulisan makalah ini banyak kekurangan baik dari segi pembahasan ataupun dari penulisan yang tidak sempurna, oleh sebab itu penulis mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat membangun, guna penyempurnaan pada penyusunan makalah berikutnya.
Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan penulisan makalah ini. Besar harapan makalah ini dapat diterima oleh dosen dan dapat menjadi referensi bagi teman-teman khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Batusangkar,


    Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Penulisan Masalah
Bentuk dari kebudayaan sangatlah beragam, seperti benda-benda, pakaian, upacara, ritual, dan sebagainya. Kita sebagai orang yang diwarisi kebudayaan itu oleh nenek moyang kita tentunya harus mengetahui tentang segala sesuatunya mengenai kebudayaan itu agar nantinya kita bisa melestarikan dan meregenerasikan kepada anak cucu kita.
Dari survey yang kami lakukan dilingkungan Istano Basa Pagaruyung dengan menggunakan cara mewawancarai pengunjung, kami temukan bahwasanya zaman sekarang tidak banyak orang yang tertarik dengan kebudayaan karena sebagian besar dari mereka beranggapan kebudayaan itu adalah sebuah hal kuno yang ketinggalan zaman. Sehingga kebudayaan tersebut hanyalah sebagai symbol sejarah bahwa kerajaan Pagaruyuang ini sudah ada sejak zaman dahulu.
Adapun hal lain yang kami temui ketika melakukan wawancara dengan pengunjung adalah banyak diantara pengunjung tidak mengetehui nama-nama dan fungsi dari kebudayaan yang ada. Untuk itulah, diperlukan orang-orang yang mau dan mampu meregenerasikan kebudayaan tersebut agar nantinya kebudayaan itu tidak hanya tinggal nama semata, dan juga perlu adanya pihak-pihak yang aktif untuk menggalakkan serta merincikan bentuk-bentuk dari kebudayaan yang diwariskan nenek moyang agar nantinya para penerus dimasa yang akan datang tidak mengalami cacat budaya.

B.      Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini antara lain :
1.       Mengetahui tentang asal usul benda-benda kebudayaan
2.       Mengetahui bahan pembuatan benda kebudayaan tersebut
3.       Memahami fungsi dari benda kebudayaan tersebut



BAB II
PEMBAHASAN / HASIL PENELITIAN

A.      Deskripsi
a.       Bentuk benda
Pedang mahkota terdiri dari dua bagian, yakni pangkal yang menyerupai pangkal ikat pinggang. Dan bagian batang atau bilah yang menyerupai pedang yang sangat tipis.
b.      Ukuran
Panjang pedang mahkota    : 67 cm
Lebar                                             : bilah/tajaman 2,7 cm dan tangkai/pangkal 4,6 cm
Ketebalan bilah/tajaman      : 0,1 cm
c.       Bahan yang digunakan
Bahan yang digunakan pada pedang ini adalah logam kuningan dengan dilengkapi dengan batu permata warna kemerahan pada pangkal pedang mahkota tersebut.
d.      Cara pembuatan
Cara pembuatan pedang mahkota ini tidak dapat diketahui karena memang pada masa itu seluruh rahasia kerajaan terjaga dengan baik termasuk hal-hal kecil seperti proses pembuatan pedang ini ataupun resep masakan sekalipun.

B.      Sejarah
a.       Waktu pembuatan
Waktu pembuatan pedang ini tidak diketahui karena tidak ada satupun sumber yang kami temui termasuk pemuka adat dan yang dituokan di Nagari Pagaruyuang tidak mengetahui kapan waktu pastinya. Yang jelas, pedang ini sudah ada pada masa kerajaan Pagaruyuang sejak zaman dahulunya.
b.      Yang menciptakan
Pedang makhota ini dibuat atau diciptakan oleh seorang ahli pembuat pedang yang memang dipercayai oleh pihak kerajaan. Dan tentunya orang yang membuat pedang ini sangatlah ahli karena pada hasilnya setiap detail pedang mahkota itu sangatlah sempurna.


c.       Asalnya
Menurut sumber yang kami dapat yakninya dari tour guide Istabo Basa Pagaruyuang dan pemuka adat Nagari Pagaruyuang yang bernama A. Dt. Rajo Lelo bahwasanya pedang mahkota ini adalah salah satu benda kebudayaan yang tersisa dari peristiwa kebakaran Istano Basa Pagaruyuang pada tahun 1804. Pada masa itu terjadi perperangan antara kaum adat dan kaum agama. Waktu itu di daerah Tanah Datar baru dimasuki agama Islam melalui jalur Payakumbuh kemudian masuk ke daerah Lintau Buo dan bermukim atau berkubu di Talago Gunuang Nagari Saruaso Kecamatan Tanjung Emas.
Ketika itu terjadi perang padri antara kaum adat dan kaum agama yang banyak menyisakan kesengsaraan rakyat, salah satunya keluarga dari Kerajaan Pagaruyung banyak yang terbunuh dan Istano Basa Pagaruyung dibakar. Pada saat Istano Basa pagaruyung terbakar untuk yang pertama kalinya yakni pada tahun 1804 benda-benda yang ada di Istano Basa Pagaruyung diamanatkan kepada rakyat untuk menjaganya, setelah Istano Basa Pagaruyung dibangun kembali benda-benda yang dititipkan atau diamanatkan kepada rakyat itu dipungut kembali dan diletakkan atau ditempatkan kembali pada Istano Basa Pagaruyuang.

C.      Fungsi / Kegunaan
Pedang mahkota berfungsi untuk menunjukkan lambang bahwa yang memakainya adalah seorang raja, selain itu fungsi pedang mahkota itu juga sebagai alat untuk memproteksi diri apabila nantinya ada keadaan yang mendesak dan mengancam keselamatan raja maka pedang mahkota itu juga berfungsi sebagai alat pertahanan.

D.      Makna / Arti
a.       Arti dari bentuk benda
Makna dari pedang mahkota ini adalah lambang atau symbol yang menunjukkan seorang raja, karena yang memakai pedang mahkota ini hanyalah seorang penguasa atau raja. Batu permata warna kemerahan menunjukkan kegagah beranian seorang raja, selain itu batu permata tersebut berfungsi sebagai hiasan yang bernilai seni tinggi. Pada bagian bilah pedang terdapat tulisan arab yang menunjukkan identitas Minangkabau bahwasanya asal usul Minangkabau ini adalah dari Melayu.

b.      Alasan bentuk benda
Setiap bentuk benda pasti mempunyai makna, seperti itu juga pada pedang mahkota ini. Pedang mahkota ini dapat dijadikan sabuk atau pada saat ini disebut sebagai ikat pinggang, jika dipakai sebagai sabuk maka kemungkinan besar musuh tidak akan menyadarinya. Begitupun ketika kedaan mendesak, seorang raja akan dapat langsung berhadapan dengan musuhnyadengan menarik bagian pangkal pedang kamudian pedang akan langsung terhunus tanpa harus bersusah payah meminta pedang atau senjata lainnya kepada pengawal atau punggawa.

E.       Data pendukung lainnya

  


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Semua kebudayaan apapun bentuknya baik itu benda, pakaian, maupun tradisi lainnya mempunyai nilai historis, nilai luhur, nilai kegunaan, dan nilai seni yang sangat tinggi. Kebudayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang terdahulu kepada kita hendaklah kita melestarikan dan meregenerasikannya kepada anak cucu kita agar nantinya kebudayaan itu tetap kekal pada masa yang akan datang.
Segala sesuatu yang diciptakan tentu ada manfaatnya bagi kehidupan kita, untuk itu pahamilah setiap makna yang terkandung didalam kebudayaan kita supaya kelak ketika terjadi kesulitan dalam kehidupan kita dapat berpedoman kepada kebudayaan yang diciptakan leluhur. Jadikanlah kebudayaan itu sebagai bagian dari diri kita bukan hanya sekedal lambang yang menandakan bahwa dahulu kala nenek moyang kita pernah ada.